Kecelakaan Tugboat Merenggut Nyawa: PT Pradana Samudra Lines Dituntut Bertanggung Jawab

Kejadian tragis menimpa lima kru kapal tugboat milik PT Pradana Samudra Lines ketika kapal mereka terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau. Sebagai tanggapan, manajemen PT Pradana Samudra Lines berjanji akan menanggung seluruh biaya yang berkaitan dengan insiden tersebut, mulai dari santunan, asuransi, hingga pemakaman korban.
Tanggung Jawab PT Pradana Samudra Lines
Menurut Moh. Fatur Akbar, Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines, perusahaan bertanggung jawab sepenuhnya atas kru yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. “Kami memberikan santunan kepada korban, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses pemakaman selesai,” ujar Fatur.
Kru kapal tugboat tersebut adalah pegawai langsung PT Pradana Samudra Lines, yang ditugaskan untuk membantu mendorong kapal lain. Sebagai perusahaan penyedia awak kapal, PT Pradana Samudra Lines menegaskan bahwa mereka bukan agen pelayaran dan tidak memiliki hubungan kerja dengan manajemen PT ASL.
Insiden Kecelakaan Tugboat
Menurut keterangan kru yang selamat, cuaca dan arus laut yang kuat menjadi penyebab kapal terdorong ombak dan terbalik. Sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara kru lainnya masih berada di dalam kapal.
“Arus laut cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun kami memastikan seluruh kru bekerja sesuai prosedur operasi standar (SOP),” Fatur menambahkan.
Komunikasi dengan Keluarga Korban
Perusahaan juga telah berkomunikasi dengan keluarga para korban dan memastikan seluruh korban dimakamkan di Batam. “Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan mereka sudah menerima penjelasan dari perusahaan,” ujar Fatur.
Pencarian Korban Hilang
Seorang anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang setelah kejadian tersebut. Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap ABK yang hilang setelah kapal tugboat terbalik.
Pada saat insiden, lima orang berada di atas kapal, tiga diantaranya ditemukan meninggal dunia, satu orang selamat, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian. Korban meninggal dunia adalah Abdul Rahman sebagai kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, dan Jhonson Bertuahman Damanik sebagai kepala kamar mesin (KKM).
Korban selamat diketahui bernama M. Habib Ansyari, sementara korban yang masih hilang adalah Yusuf Tankin yang bertugas sebagai second engineer.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Vessel Traffic Service (VTS) Batam, Polairud Polda Kepulauan Riau, serta pihak PT ASL Batam terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang di sekitar lokasi kejadian.