Gubernur Bobby Dorong Bank Sumut Raih KBMI 2 untuk Meningkatkan Kelas Menengah

Pada acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Sumut yang berlangsung di Ballroom Lantai 10 pada tanggal 6 April 2026, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan pentingnya langkah strategis untuk meningkatkan posisi Bank Sumut. Dalam suasana yang penuh harapan, Gubernur Bobby menyatakan komitmen semua pemegang saham untuk mendorong Bank Sumut menuju status Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) 2, sebuah langkah yang dinilai krusial untuk pengembangan ekonomi daerah.
Mendorong Bank Sumut Menuju KBMI 2
Gubernur Bobby Afif Nasution menekankan perlunya Bank Sumut untuk bertransformasi menjadi bank dengan kelas menengah, yang diukur melalui kategori KBMI 2. Saat ini, Bank Sumut masih berada dalam kategori KBMI 1, di mana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merencanakan konsolidasi bagi bank-bank dalam kategori ini pada tahun 2029. Klasifikasi KBMI 2 memerlukan modal inti minimum sebesar Rp6 triliun hingga Rp14 triliun, yang menjadi target utama bagi Bank Sumut.
Menetapkan Target Modal Inti
Saat ini, modal inti Bank Sumut tercatat sebesar Rp5,2 triliun. Untuk dapat mengakses kategori KBMI 2, bank ini perlu menambah modal sebesar Rp800 miliar. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, pemegang saham yang terdiri dari Pemerintah Provinsi Sumut serta pemerintah kabupaten/kota sepakat untuk menyetorkan kembali 15% dari deviden tahun 2025 sebagai modal tambahan pada tahun 2026. Selain itu, Pemprov Sumut juga merencanakan untuk menambah modal sebesar Rp100 miliar, sementara Kabupaten Tapanuli Selatan berkontribusi sekitar Rp70 miliar.
- Modal inti Bank Sumut saat ini: Rp5,2 triliun
- Kebutuhan modal untuk KBMI 2: Rp800 miliar
- Kontribusi Pemprov Sumut: Rp100 miliar
- Kontribusi Tapanuli Selatan: Rp70 miliar
- Deviden yang disetorkan kembali: 15%
Mengurangi Ketergantungan pada APBD
Gubernur Bobby Nasution juga menekankan perlunya Bank Sumut untuk tidak terlalu bergantung pada anggaran daerah (APBD). Dalam pandangannya, salah satu langkah strategis untuk mencapai kemandirian finansial adalah dengan memperluas ragam produk yang ditawarkan, sehingga dapat bersaing dengan bank-bank lain di pasar.
Inovasi Produk dan Daya Saing
“Kami berharap agar pihak bank dapat memperhatikan dua aspek penting: pertama, pengelolaan dana dari pihak ketiga yang tidak memberatkan nasabah, dan kedua, pengembangan produk yang beragam. Jangan hanya mengandalkan APBD dan pegawai negeri sipil (ASN),” ujar Bobby Nasution.
Partisipasi Aktif Pemangku Kepentingan
Pada RUPS kali ini, Gubernur Bobby didampingi oleh kepala daerah dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara, serta jajaran komisaris dan direksi Bank Sumut. Kehadiran berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan Bank Sumut sebagai lembaga keuangan yang lebih kuat dan berkelas.
Membangun Sinergi untuk Pertumbuhan
Partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam upaya mencapai target KBMI 2. Gubernur Bobby menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan bank untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kesimpulan: Menuju Masa Depan yang Lebih Cerah
Dengan tekad dan kerjasama yang solid, Bank Sumut diharapkan dapat mencapai target KBMI 2 pada waktu yang tepat. Dalam konteks ini, kontribusi dari seluruh pemangku kepentingan, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat, akan menjadi pendorong utama bagi Bank Sumut untuk meraih prestasi yang lebih besar di masa depan. Melalui langkah-langkah strategis yang diambil, Gubernur Bobby optimis bahwa Bank Sumut akan menjadi lembaga keuangan yang mampu berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.


