Ketua Rombongan Kloter 9 PDG, Dedikasi “Pak Guru” di Tanah Suci untuk Jamaah

Melaksanakan ibadah haji di usia muda dapat menjadi pengalaman yang sangat bermakna bagi seorang jemaah. Salah satu contoh nyata adalah Rinaldi, seorang guru di SDN 18 Limau Lunggo, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Dalam kesempatan cuti mengajarnya untuk menunaikan ibadah haji, ia mengambil peran aktif dengan membantu jemaah lansia di Kloter 9 PDG selama berada di tanah suci.
Mendampingi Jemaah Lansia dalam Ibadah Haji
Seorang jemaah lansia mengungkapkan rasa harunya, “Orang-orang sudah selesai, kami yang tidak bisa berjalan ini bagaimana? Jika tidak ikut, tentu rukun haji kami tidak lengkap.” Ucapan ini menggambarkan kerinduan dan harapan jemaah lansia untuk melaksanakan ibadah haji dengan baik, meskipun ada keterbatasan fisik.
Menanggapi pernyataan tersebut, Rinaldi, yang dipercaya sebagai Ketua Rombongan 5 Kloter 9 Padang, dengan cepat memberikan dukungan. Ia berjanji untuk mendampingi dan membantu jemaah lansia menyelesaikan rukun haji mereka.
Membangkitkan Semangat Jemaah Lansia
Dengan semangat yang tinggi, Rinaldi, yang lahir di Limau Lunggo pada 1 Juli 1984, berusaha meyakinkan jemaah lansia bahwa ia dan rekan-rekannya siap membantu mereka dalam menyelesaikan semua rangkaian ibadah haji, mulai dari Sa’i hingga Tawaf Ifadah.
Janji yang diucapkan Rinaldi bukan sekadar kata-kata belaka. Selama berada di tanah suci, ia menepati janjinya dengan sungguh-sungguh. Ia membantu jemaah lansia menyelesaikan rukun haji dengan mendorong kursi roda mereka sejauh 400 meter antara Safa dan Marwa, yang harus dilalui sebanyak tujuh kali. Semua itu dilakukan dengan penuh keikhlasan dan niat lillahi ta’ala.
Syukur atas Kesempatan Berhaji
Rinaldi menyampaikan rasa syukurnya, “Alhamdulillah, saya diberi kesempatan untuk berhaji di usia sekarang. Semoga dengan membantu jemaah lansia ini, menjadi amal ibadah bagi saya. Semoga juga fisik ini tetap sehat agar dapat terus membantu jemaah lainnya.” Pernyataan ini mencerminkan dedikasinya untuk berkontribusi dalam ibadah haji.
Ia menambahkan bahwa membantu jemaah lansia dan perempuan merupakan bagian dari upaya menyukseskan penyelenggaraan haji yang ramah terhadap lansia, perempuan, dan disabilitas. Ini adalah bagian dari program Haji Ramah Lansia yang dicanangkan untuk tahun 2026.
Penerapan Prinsip Haji Ramah Lansia
Rinaldi mengungkapkan, “Alhamdulillah, seluruh Ketua Rombongan dan Ketua Regu di Kloter 9 PDG telah menerapkan dan melaksanakan prinsip ini.” Hal ini menunjukkan komitmen semua pihak untuk memastikan bahwa ibadah haji dapat dilaksanakan dengan baik oleh semua jemaah, terlepas dari kondisi fisik mereka.
Sebagai seorang guru dan ayah dari tiga anak, Rinaldi juga membagikan pengalamannya yang berharga. Sejak dari tahap manasik, persiapan, hingga keberangkatan dan pelaksanaan ibadah di tanah suci, ia merasakan banyak kemudahan saat membantu jemaah lansia menggunakan kursi roda. Bahkan, ia mengaku tidak menyangka fisiknya akan sekuat itu dan tidak merasakan lelah selama membantu jemaah lansia dalam melaksanakan rukun haji, baik di Armuzna maupun di Masjidil Haram.
Kekuatan dan Keberkahan dalam Membantu
Rinaldi percaya bahwa kekuatan yang ia rasakan saat membantu jemaah lain menyelesaikan ibadahnya adalah sebuah berkah dari Allah. “Mungkin itu adalah kebesaran Allah yang diberikan kepada saya,” ujarnya, menegaskan keyakinannya akan kekuatan spiritual yang didapat dari beramal.
Sebagai Ketua Rombongan Kloter 9 PDG, Rinaldi juga memiliki tanggung jawab tambahan. Tugasnya tidak hanya membantu jemaah dalam menyelesaikan rukun haji, tetapi juga membantu Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dalam berbagai aspek, mulai dari pengelolaan konsumsi hingga penyampaian informasi kepada jemaah. Semua peran ini diembannya dengan penuh tanggung jawab, berharap setiap perbuatannya menjadi amal ibadah yang berharga di hadapan Allah SWT.
Momen Berharga di Tanah Suci
Pengalaman Rinaldi selama berada di tanah suci tidak hanya mengandung tanggung jawab, tetapi juga momen-momen berharga yang tak terlupakan. Setiap senyuman dan ucapan terima kasih dari jemaah lansia yang dibantunya menjadi pengingat akan pentingnya saling membantu dan berbagi dalam ibadah. Ia menyadari bahwa keberadaan dirinya di sana adalah untuk memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan.
- Membantu jemaah lansia dalam melaksanakan rukun haji.
- Menerapkan prinsip Haji Ramah Lansia, Perempuan, dan Disabilitas.
- Menjaga kesehatan fisik untuk terus mendukung jemaah lainnya.
- Berpartisipasi aktif dalam pengelolaan konsumsi dan informasi jemaah.
- Mendapatkan berkah dan kekuatan dari pengalaman membantu sesama.
Rinaldi menjalani perannya dengan dedikasi tinggi, membuktikan bahwa setiap individu, terlepas dari usia dan kondisi fisik, memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi positif dalam ibadah haji. Melalui ketua rombongan Kloter 9 PDG ini, kita bisa melihat contoh nyata dari semangat kebersamaan dan saling membantu dalam menjalankan salah satu rukun Islam yang paling mulia ini.


