Pantauan SPPG MBG 3B dan Sosialisasi Program Inovasi Lapor Gizi 3B MBG di Kabupaten Serang

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan gizi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, Bidang Keluarga Berencana (KB) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang melaksanakan sosialisasi Program Inovasi bidang KB yaitu Barcode Layanan Pengaduan Online Seputar Gizi, yang dikenal dengan nama “Lapor Gizi 3B MBG”. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan pemantauan di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG 3B, di mana pemantauan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang KB DKBPPPA Kabupaten Serang, Iis Isnawati. Pada tanggal 10 Juni 2026, pemantauan dilakukan di beberapa lokasi seperti SPPG Desa Cikande Permai 1, Cikande Permai 2, SPPG MBG 3B Leuwilimus, dan SPPG MBG 3B Parigi.
Inovasi untuk Pelayanan Gizi yang Lebih Baik
Program Lapor Gizi 3B MBG merupakan sebuah terobosan dalam pelayanan publik, yang menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan akses pengaduan yang cepat, mudah, dan tepat sasaran bagi masyarakat. Melalui penggunaan sistem barcode dalam layanan digital, masyarakat dapat langsung melaporkan berbagai hal terkait pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B, yang ditujukan bagi kelompok sasaran seperti ibu hamil (BUMIL), ibu menyusui (BUSUI), dan balita non-PAUD.
Dalam sosialisasi ini, masyarakat diberikan penjelasan mengenai fungsi dan manfaat dari barcode pengaduan. Hal ini bertujuan untuk menyampaikan berbagai permasalahan yang mungkin terjadi di lapangan, antara lain:
- Ketidakakuratan sasaran penerima manfaat
- Keterlambatan pendistribusian makanan
- Kualitas makanan yang tidak layak konsumsi
- Pelayanan yang dianggap kurang optimal
Menanggapi Kendala di Lapangan
Iis Isnawati menjelaskan bahwa inovasi Lapor Gizi 3B MBG diciptakan untuk memberikan masyarakat wadah resmi dalam menyampaikan keluhan dan masukan secara cepat, yang kemudian dapat ditindaklanjuti oleh tim di lapangan. “Kami ingin memastikan bahwa jika ada kendala terkait pendistribusian MBG 3B, masyarakat bisa melaporkan melalui Aplikasi Barcode. Inisiatif ini bertujuan untuk memudahkan pelaporan, sehingga masalah dapat segera ditangani dan tidak menyebar menjadi informasi yang belum tentu benar di media sosial,” ujarnya.
Untuk memperkuat sosialisasi, DKBPPPA melibatkan sekitar 1.777 personel, yang terdiri dari kader Pos KB, Sub KB, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK/TPD). Mereka bertugas untuk membantu masyarakat dalam memantau pelaksanaan SPPG MBG 3B, serta mengawasi pendistribusian makanan bergizi, sekaligus mengenalkan dan mengedukasi masyarakat tentang penggunaan barcode Lapor Gizi 3B MBG.
Aktivitas Pemantauan dan Sosialisasi
“Kami telah menginstruksikan seluruh kader untuk aktif dalam membantu masyarakat, baik dalam pemantauan pelaksanaan MBG 3B maupun sosialisasi penggunaan barcode pengaduan. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 20 laporan yang masuk ke Aplikasi Lapor Gizi 3B MBG, dan semua laporan tersebut kami tindak lanjuti untuk segera diselesaikan oleh tim di lapangan,” tambahnya.
Sejauh ini, kegiatan pemantauan bersamaan dengan sosialisasi Program Inovasi Bidang KB Lapor Gizi 3B MBG telah dilaksanakan di tujuh titik SPPG di Kabupaten Serang. Ini merupakan bagian dari upaya penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan gizi untuk masyarakat.
Upaya Menekan Angka Stunting
Sosialisasi Lapor Gizi 3B MBG merupakan langkah konkret untuk memperkuat pemantauan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, guna menekan angka stunting di Kabupaten Serang. “Kami berkomitmen untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan bebas dari stunting,” jelas Iis. Penurunan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kerjasama seluruh elemen masyarakat, tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, serta keluarga.
Dari deteksi dini, pelaporan yang aktif, edukasi gizi, hingga pemenuhan asupan yang baik, diharapkan angka stunting di Kabupaten Serang dapat terus ditekan. Ini adalah bagian dari upaya untuk mencapai generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Program Strategis untuk Masa Depan
Program Lapor Gizi 3B MBG juga merupakan bagian penting dalam mendukung pemenuhan gizi balita, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan masa krusial bagi tumbuh kembang anak. Gizi yang baik sangat berperan dalam mencegah stunting, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung perkembangan kecerdasan anak.
Melalui Program MBG 3B dan inovasi Lapor Gizi 3B MBG, Pemerintah Kabupaten Serang berharap agar masyarakat semakin aktif berpartisipasi dalam pengawasan pelayanan gizi. Dengan begitu, kualitas layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dapat terus meningkat, menuju generasi Kabupaten Serang yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
